Ringkasan Khotbah

Jika kita membaca kalimat di ayat 49, “anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusahkan Guru”, Ketakutan terbesar seorang ayah adalah salah satu anaknya mati…..mungkin itu juga yg hal yg sama dengan kita yg telah menjadi orang tua, bahkan kita rela menggantikan demi anak kita tetap hidup !
Dan orang tua mana yg tidak bangun jam 3 pagi untuk merawat, berdoa bagi anaknya yg sakit supaya sembuh ? orang tua mana yg tidak khawatir saat membawa anaknya masuk ruang UGD sambil berdoa supaya anaknya dapat tertolong ? mengapa demikian ? ya harapan kita di masa depan terikat dengan anak kita, dan jika mereka mati, maka mati jugalah harapan kita, masa depan yg kita lihat itu sekarang menjadi suram tanpa mereka.
Karena kekuatan kasih orang tua inilah kita dapat mengenali Yairus yg datang kepada Tuhan Yesus karena putrinya yg sedang sekarat. Lukas memberitahu kita bahwa usia putri Yairus 12 tahun, usia dimana seorang anak putri menatap masa mudanya, tetapi Yairus dan istrinya sedang melihat anak putrinya dengan kekwatiran antara hidup dan mati, sekarat. Walaupun kita tidak tahu apa penyakit yg di deritanya dan berapa lama dia mengidap penyakit itu, kecuali satu hal yg jelas adalah keadaannya makin memburuk dan makin berat, putrinya sedang berada di titik nadir kematian, dan mungkin telah beberapa hari terakhir itu istrinya bilang, yairus suamiku, ada seorang guru yg namanya Yesus sudah sembuhkan banyak orang, kenapa gak coba kesana siapa tahu dia bisa sembuhkan anak kita !
Yairus mungkin jawab, ya aku dengar dan aku sudah tahu bahwa Dia menyembuhkan banyak orang, tetapi engkau juga tentu tahu bagaimana pemimpin agama kita menentang Dia, dengan jabatan saya sebagai kepala rumah ibadat (sinagoge), saya tidak bisa seenaknya datang kepada Yesus,
Istrinya jawab “ ya aku ngerti, tetapi engkau tahu kan bagaimana Dia menyembuhkan anak pegawai istana dari kota kita kapernaum, Dia ada di kana tapi Dia hanya bilang “pergilah anakmu hidup!” dan pada saat yg sama di kapernaum anak itu sembuh dan hidup (Yohanes 4:49-50), dan bagaimana Dia menyembuhkan hamba Perwira disini (kapernaum) dengan cara yg sama (Matius 8:5-13 ; Lukas 7:1-10)
Yairus menjawab : “ya aku tahu, tetapi mereka semua tidak pegang jabatan ditempat ibadah kan…!! jika saya pergi ketemu Dia pasti saya akan habis di sidang oleh para pemimpin agama dan para rabi kita, bahkan saya bisa di pecat dari posisi saya…..”
Tetapi akhirnya Yairus tahu bahwa dia tidak memiliki pilihan lain, Dia datang pada Yesus putrinya disembuhkan atau putrinya mati, maka Yairus kita dapati dalam teks ini meninggalkan istrinya yg menemani anak putrinya terbaring di tempat tidur. Dalam keadaan penuh ketakutan dia datang kepada Yesus tersungkur dan memohon di depan kaki Tuhan Yesus, supaya menyembuhkan putrinya. Tuhan Yesus tetapi karena berdesak-desakan Tuhan Yesus justru berhadapan dengan wanita yg mengalami pendarahan selama 12 tahun, dan akhirnya menit-menit berikut kerabat Yairus datang dan berkata anakmu sudah mati, udah jangan ganggu Guru lagi, coba bayangkan perasaan Yairus waktu mendengar berita itu…..pengharapannya hancur, hatinya sakit….!! putri 12 tahunnya telah tiada !! dan Tuhan Yesus seolah tidak peduli…..membiarkan sehingga putrinya meninggal…tetapi menarik…..ayat 50 berkata, Tuhan Yesus bukan tidak perduli melainkan mendengar dan bertindak dengan berkata.
Cepat atau lambat kita juga akan menghadapi hal yg sama, bahkan situasi yg sama, walaupun kondisinya belum tentu sama….situasi ketakutan, kwatir, dan keadaan dan situasi yg dialami oleh Yairus sangat tidak menyenangkan tetapi mengajar kita beberapa hal penting :

1. Hal-hal baik (keuntungan) dari situasi yg kita alami sekalipun itu hal menakutkan. Apa saja ?

a. Situasi demikian menolong kita menetapkan prioritas kita lebih jelas
Apa prioritas anda ? ibu/ayah yg menyediakan uang dan makanan bagi anak-anak ? atau jadi ibu/ayah yg baik dengan mengasihi dan membimbing mereka dalam kasih kepada Tuhan Yesus

b. Situasi demikian menanggalkan kebanggaan kita dan kita dapat melihat Kuasa Allah bekerja.
Yairus di paksa untuk menanggalkan kebanggannya, semua atribut prestisenya, kehormatannya, tidak ada artinya dalam situasi itu, dan lihat ayat 41, (mana ada “kepala” rumah ibadah sujud, tersungkur, memohon dalam keadaan helpless) bajunya yg khas sebagai orang yg terhormat, dan terpandang jadi kotor, tetapi Yairus tidak peduli kelihatannya, yg yairus tahu Cuma satu…Yairus butuh Tuhan Yesus, dan dia akui itu dengan perbuatanya dan pengakuannya bahkan sangat terbuka di hadapan umum (ayat 42 “berdesak-desakan). Itulah yg kemudian kita lihat dalam ayat 50, Tuhan dengan kuasa-Nya bekerja dalam keluarga Yairus ! jika kita melindungi kebanggan kita, kehormatan kita, gengsi kita dan datang pada Tuhan Yesus, maka kita sedang menghinakan Tuhan Yesus, tetapi jika kita datang dengan hati yg hancur dan jujur terbuka pada Tuhan Yesus itulah yg di sebut dengan percaya. Hudson Taylor: pernah berkata “saat Tuhan ingin buka pintu pelayanan Injil di daratan china, Tuhan mencari sampai ketemu seorang yg lemah dan tak berdaya sungguh untuk tugas itu”.

c. Situasi demikian mengingatkan kita siapa kita (tidak kekal) ini dan menuntun kita untuk percaya pada Kristus.
Hal ini bukan hanya hal yg sangat penting saja melainkan hal yg menentukan iman, kita tidak percaya pada Tuhan sebagaiman mestinya sampai kita di “paksa” untuk percaya pada-Nya. Dan tahukah anda bahwa tidak ada yg membuat kita sangat putus asa dan ketakutan selain daripada ancaman kehilangan anak. Tetapi ketakutan kita itu dapat menjadi kesempatan jika kita percaya pada Tuhan. Orang bijak pernah berkata “kita menggantungkan hal yg paling berat pada tali yg tipis dan kecil” artinya : dalam hidup, seringkali kita menaruh pengharapan kita pada hidup yg sangat tentative (tidak tentu) ini, kita hidup dan merencanakan hidup seolah kematian itu jauh….dan masih lama kita temui, hal itu biasanya tidak kita pikirkan sampai saat kita masuk usia 80 an….begitu kita di perhadapkan pada kematian seseorang yg kita kasihi atau pun diri kita sendiri barulah kita di ingatkan kembali bahwa bahwa hidup itu rapuh itu sebab mesti handle with care (di jalani dengan hati-hati) dengan Tuhan. Apapun situasi ketakutan yg anda alami saat ini, ingat hal itu bisa menolong kita menentukan prioritas kita, menanggalkan kebanggan kita, dan menuntun kita pada iman dan percaya sehingga Tuhan di permuliakan melalui kita. Tetapi percaya pada Tuhan bukanlah perkara mudah kan !!!

2.Kita harus dapat mengatasi rintangan iman
Saat kita menghadapi siatuasi yg sangat menakutkan, percaya denganiman pada Tuhan Yesus bukanlah perkara mudah, atau gampang….karena kita akan menghadapi tantangan dan rintanagn iman yg akan mengoyang iman kita dan membuat kita bisa undur bahkan ragukan Tuhan. Kita di tertawakan, di hina, di lecehkan, itu sedikit halangan dan tantangan yg harus kita atasi dan hadapi……sebagaimana Yairus hadapi dan dia berhasil datang pada Yesus.

3.Dalam situasi demikian kita harus hidup dalam iman pada Tuhan Yesus
Luar biasa cara Tuhan Yesus mendorong & mendidik serta menuntun Yairus yg lemah iman ini melewati Krisis hidupnya. Tahukah anda bhw Tuhan Yesus jg melakukan hal yg sama saat ini, coba perhatikan beberapa hal ini ;

a. Tuhan Yesus mau menerima kita sebagaimana kita adanya
Itulah anugerah Allah, DIA tidak menolak anda sampai anda sempurna imannya….!!! TIDAK !!! kita bahkan bisa berteriak seperti seorang ayah yg anaknya bisu itu yg kurang percaya pada Yesus itu berkata “aku percaya. tolonglah aku yg tidak percaya ini !” (Markus 9:24), Tuhan mau menerima kita apa adanya, imanmu lemah Tuhan terima dan DIA akan menuntun, membimbing, & mendidik engkau dalam menghadapi krisis hidupmu.

b. Kuasa Tuhan yg bekerja menguatkan iman kita
Iman Yairus memang menghadapi tantangan dari gangguan wanita itu kan…tetapi juga sekaligus menguatkan iman Yairus, waktu wanita itu sembuh hanya menyentuh juntai jubahnya saja maka itu menguatkan iman Yairus, bahkan Tuhan Yesus memanggil wanita itu “anak-Ku” seolah Tuhan sedang bilang secara tidak langsung masalah yg kau alami sama dengan wanita ini, & apa yg dialami wanita ini 12 thn sama yg akan putrimu yg 12 thn itu akn alami yaitu kesembuhan, kuasaku juga akan menyembuhkan anakmu! Kadang Tuhan buat kita menunggu kan..”on hold” doa kita seolah sia-sia, dan mulai bertanya-tanya….kenapa Tuhan gak jawab doa saya? kita terlalu sibuk menanti jawaban doa sampai2 kita tuli akn suara Tuhan yg berbicara kpd kita melalui kuasanya yg bekerja bagi orang lain.
c. TUHAN Yesus dengan lemah lembut menguatkan iman kita untuk percaya pada-Nya
Waktu Yairus dengar bahwa anaknya sudah mati, pasti Yairus panik dan sedih kan ? tetapi kalimat Tuhan Yesus dengan lemah lembut dan tenang menguatkannya “jangan takut, percaya saja padaku” Tuhan dengan lemah lembut mendorong kita untuk tetap percaya dan menguatkan kita untuk tetap beriman pada-Nya.
d. Kuasa Tuhan menguatkan iman kita untuk percaya pada-Nya.
Bagi Tuhan Yesus sangat mudah membangkitkan orang mati seperti membangunkan seorang anak yg sedang tertidur, coba perhatikan kalimat Tuhan Yesus dalam membangkitkan orang mati; Anak janda dari Nain (Luk.7:14), Lazarus : (Yoh. 11:43), Bahkan Yesus berkata dalam Yoh. 5:28 dan dalam Yoh. 5:25-26 Kuasa Tuhan Yesus atas kematian itu lah yg yg mendorong kita dapat tetap percaya pada-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat kita, calvin berkata : “there is no room to fear in your faith…”

“there is no room to fear in your faith…” – Calvin

Kesimpulan :
Seberapa menakutkan dan mengerikan sekalipun keadaan kita tetaplah hidup dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.