Ringkasan Khotbah

HIDUP DALAM TERANG-MU Bag. 2
Markus 4:21

Dalam khotbah minggu lalu yg juga dari teks yg sama dengan teks yg kita baca hari ini kita seudah membahas pengertian ttg cahaya yg seharusnya kita hidup di dalamnya, dan kita tidak bisa sembunyi daripadanya. Yesus sendiri berkata ttg dirinya “Akulah Terang Dunia”, Yohanes 8:12. Terang-Nya bahkan menembus tempat dan bagian tergelap dan yg paling hitam pekat sekalipun dari hati.
Hari ini mari kita sama-sama melanjutkan belajar hal-hal sederhana ttg cahaya-Nya, dan ijinkan saya melanjutkan berbagi beberapa fakta dari terang itu, yg kita semestinya hidup di dalam-Nya,yg di minggu lalu kita sudah membahas 2 pokok yaitu : 1. TERANG ITU MEMILIKI TUJUAN ; dan 2. TERANG ITU BERKUASA

III. Terang itu memilki ke-khusus-an (ayat 24)
Ayat ini penuh dengan kebenaran, kita di peringatkan untuk mendengarkan yang benar, dan kita di nasehati untuk menyampaikan kebenaran kepada orang lain, dan kita di hiburkan oleh janji-janji Tuhan yg di berikan kepada kita. Tetapi mari kita pahami kalimat dalam ayat 24 ini bersama-sama:
Kita di peringatkan untuk mendengarkan dengan seksama, “memperhatikan apa yg kita dengar”, mengapa demikian ? ya memang ada banyak suara yg bersaing untuk mendapatkan perhatian kita dewasa ini, itu sebab kita harus dengan seksama hanya mendengar suara Tuhan saja sebagaimana DIA memanggil kita untuk datang kepada-Nya. Nah suara yg benar akan selalu sesuai dengan kebenaran Firman Allah dan itu pasti selalu mengarahkan kita kepada Kristus.
Ketika kita mendengar suara itu, kita juga harus memastikan bahwa kita “mengindahkan” apa yg di beritahunya bagi kita,
jika DIA memanggil kita datang untuk di selamatkan maka kita perlu datang !
ketika DIA memanggil kita untuk berkomitment maka kita mesti berkomitment, dan mentaatinya.
Ketika kita di panggil untuk melayani-Nya kita perlu menyerahkan diri kita sepenuhnya !
Intinya kita perlu menyadari juga adalah bagaimana kita mendengar suara itu. Seperti Abraham, Kejadian 22:1-14 ,
Kita juga di peringatkan untuk bukan hanya mendengarkan dengan benar suara-2 yg kita dengar melainkan juga menyampaikan kepada sesama akan apa yg kita dengar itu. Karena Tuhan memanggil kita untuk berbagi kebenaran yang telah kita terima, Mat 28:19-20; Markus 16:15; Kisah Para Rasul 1:8

Dari semua hal yang dapat kita lakukan dalam hidup kita, mungkin tidak ada yang lebih besar daripada memberi waktu untuk membagikan iman kita serta hal-hal yg telah Allah lakukan dalam hidup kita kepada orang lain sebagai suatu kesaksian. Itu sebab di katakan adalah sebuah kehormatan besar jika kita di panggil dalam pekerjaan Allah untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia!

D.A Carson pernah berkata “tidak ada yg paling merusak kesaksian orang Kristen selain daripada orang yg mengaku kristen namun enggan memikul salib”

“tidak ada yg paling merusak kesaksian orang Kristen selain daripada orang yg mengaku kristen namun enggan memikul salib”

Dan kita di teguhkan dengan janji-janji Allah yg di sampaikan-Nya dalam Firman Allah. Pokok pikirannya adalah bahwa orang-orang yang mendengarkan apa yang Tuhan sampaikan dan menaati-Nya.
Ketika Anda memberitakan kebenaran Tuhan yg telah diwahyukan kepada kita, maka Dia akan menuntun kita kepada kita lebih banyak rahasia kebenaran Allah, tetapi jika kita menutup kebenaran dan menyimpannya untuk diri sendiri, Tuhan tidak memiliki alasan untuk memberikan kepada kita lebih banyak kebenaran.
jika kita membagikan kesaksian iman kita, maka kita sedang membuat investasi dalam diri orang lain dan investasi dalam pertumbuhan rohani kita sendiri.
Jangan pernah lupakan baha kita disebut sebagai “aliran-aliran air hidup”, Yohanes 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup”.
Kita sebagai orang percaya harusnya menjadi tempat untuk mengalirkan kebenaran. Dan jangan menjadi kolam. Kebenaran mengalir masuk kedalam tetapi tidak pernah mengalir keluar, mengakibatkan hidup mereka stagnan.
Dan jangan lupa bahwa para rasul pun di perintahkan untuk menerima Injil, bukan untuk diri mereka sendiri saja, tetapi juga untuk kebaikan orang lain. Itu sebab saya katakan dengan jelas bahwa semu aorang Kristen ketika telah menerima terang Injil dan keselamatan harus melakukan yg sama : mengapa ?
– Terang injil dan keselamatan menjadikan manusia sebuah pelita, PELITA TUHAN (Amsal 20:27) “Roh manusia adalah pelita TUHAN…” (BIS : “Hati nurani manusia merupakan terang dari TUHAN……”) yg di nyalakan oleh Bapa segala terang.
– Itu sebab kita yg bercahaya seperti pelita harus menempatkan diri kita di atas kaki dian… (yaitu tempat kedudukannya) artinya harus memanfaatkan dan mengembangkan semua peluang yg ada untuk berbuatbagi kemuliaan Tuhan.

Dalam Filipi 4:19 kita temukan bahwa kita memiliki juruselamat kita yg memberi bukan “dari” kekayaan-Nya, tetapi, menurut kekayaan-Nya”, Ketika seorang kaya memberikan setumpuk uang “dari” kekayaannya, ia memang memberi tetapi tidak itu bukanlah memberi sesuatu yg banyak, sangat berbeda jika seorang kaya memberi “menurut kekayaan-Nya” maka dia bisa melakukan hal yang baik.

IV. Terang itu memiliki janji ayat 25
Orang yang mendengar kebenaran, orang yg menerima anugerah Injil, orang menerima anugerah dan mengembangkan berbagai talenta yg di percayakan pada kita, itu berarti kita melipatgandakan talenta kita itu.
Dan bila kita menggunakan pengetahuan yg kita miliki untuk kemuliaan Allah maka dengan sendirinya pengetahuan itu akan bertumbuh, seperti uang yg bertambah banyak melalui kegiatan jual beli.
Jadi bagi kamu yg mendengar akan di berikan lagi; bagi kamu yg mempunyai kepadanya akan di tambahkan. (ayat 25), jika para murid menyampaikan apa yg mereka terima dari Tuhan kepada jemaat, maka mereka akan di tuntun lebih jauh lagi kepada rahasia Tuhan.

Kesimpulan :
Ada harga yg harus kita bayar untuk membagikan terang itu kepada orang lain, bahkan mungkin membutuhkan seluruh kehidupan kita, itu sebab kita tidak boleh menahan terang, menyembunyikan terang, apalagi menghalangi terang itu bersinar untuk kemuliaan Allah !