Ringkasan Khotbah

Nats Pembimbing:Mazmur 121:1-8

Pendahuluan : 

Bulan lalu kita sudah belajar dari Mazmur ini juga dan kita tahu bahwa mazmur ini adalah “Nyanyian ziarah”, yaitu sebuah nyanyian yg biasanya di nyanyikan oleh para penyanyi-penyanyi dan semua orang yang akan menyembah Tuhan dan sedang dalam perjalanan menuju ke bait Suci untuk merayakan perayaan Paskah ; Pentakosta ; dan Tabernakel (hari raya Sukot – pondok daun)

dengan latar belakang itu kita mesti memahami mazmur ini, betapa sebenarnya sulit dan beratnya hanya untuk berziarah ke Bait Suci, melakukan perjalanan ke sana bukan perkara mudah, karena banyaknya bahaya dan perjalanan yang sangat beresiko ke rumah Allah, maka tanpa Tuhan tidak bisa di jalani perjalanan menuju kediaman Allah.

demikian juga perjalanan hidup kita juga adalah ziarah, menuju kediaman Allah, dan dalam perjalanan itu ada banyak bahaya dan rintangan serta tantangan bukan yang berusaha merebut damai, sukacita, dan damaisejahtera kita.

maka tidak salah jika kita juga menyanyikan mazmur ini dalam setiap hidup kita yg sedang dalam perjalanan ziarah ini,

ayat 1 menjelaskan kepada kita deklarasi keputus-asaan, tangisan, daripada deklarai Iman dan pengharapan pemazmur,  kenapa ? karena banyaknya bahaya yg mereka hadapi, padahal mau kerumah Tuhan, bukan ke tempat main-main…..!!

bahaya sudah menunggu dan menanti di setiap kesempatan perjalanan. jika hal ini terjadi bagaimana dan siapakah yang akan menolong mereka, di tengah padang belantara dan gurun serta hutan ?

pemazmur menjawab keputusasaan dirinya dengan mengingatkan dirinya sendiri, bahwa pertolongan datang dari Tuhan !

I. ayat 2-4 sumber pertolongan 

dalam bagian ayat 2-4 ini di jelaskan mengenai sumber pertolongan kita dengan menjelaskan sebagai berikut ;

a. ayat 2 “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi” 

pokok pikirannya adalah ; “jika Tuhan mampu menciptakan langit dan bumi maka pastinya DIA juga punya kemampuan untuk memelihara aku yang sedang menuju ke yerusalem ini !” kebenaran yang indah sekali…!!!

b. ayat 3a “Ia takkan membiarkan kakimu goyah, ……………..” 

jangan lupakan bahwa Tuhan tidak pernah membangun rumah hanya untuk runtuh, atau membangun pondasi untuk runtuh.

c. ayat 3b-4 “……Penjagamu tidak akan terlelap ; Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel”

sekarang kita belajar yg bagian yg ke-2 dalam bagian ; 

II. Ayat 5-6 KEKUATAN dan PERISAI kita 

ayat 5, “Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu”

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan itu seperti bayangan, yang selalu menyertai kita. di sebelah tangan kanan kita.

Pada zaman kuno, prajurit membawa dua benda utama ke dalam pertempuran. Salah satunya adalah pedang dan yang lain adalah perisai. Biasanya, perisai itu dilakukan oleh tangan kiri dan pedang di kanan. kenapa begitu ?

Ini berarti bahwa di sisi kanan adalah daerah yg sangat rentan terhadap serangan karena tidak ada perisai perlindungan untuk itu.

Sebab Pemazmur mengatakan kepada kita bahwa Allah Tuhan mengambil posisi defensif untuk melindungi kita di daerah hidup kita yang paling rentan.

yang paling mengerikan lagi adalah kita tidak pernah tahu dari mana serangan datang, tidak jarang kita diserang di daerah lemah kita, karena musuh kita mengetahui semua tentang kelemahan kita.

dan terkadang kita diserang di daerah terkuat,

masih ingat ; 

Elia sangat terkenal karena keberaniannya, namun ia melarikan diri waktu menghadapi seorang wanita bernama Izebel.

sebaliknya Musa memiliki kekuatan yg terbesar ada dalam kelemahlembutannya, tetapi justru jatuh dalam kemarahan dia memukul batu membuat dia akhirnya dilarang tuhan untuk memasuki tanah perjanjian.

kekuatan terbesar Abraham ada pada imannya di dalam Tuhan , namun ia pergi ke Mesir justru dengan penuh keraguan, sehingga dia berbohong karena ketidak percayaannya bahwa Tuhan sanggup menjaga dan memelihara hidupnya.

artinya semua area hidup kita akan diserang, dan kita tidak pernah tahu di mana dan dari mana serangan itu akan datang, tetapi biarpun demikian Tuhan penjaga kita tidak akan pernah lengah, Dia selalu siap untuk melindungi kita dari musuh-musuh kita !!! 

ayat 6 “Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam”

Dalam bagian ini pemazmur berbicara tentang dua kemungkinan sumber bahaya yang umum untuk prajurit kuno yaitu ;

sengatan matahari — kondisi ini sangat berbahaya karena serangan panas matahari membuat tubuh menjadi terlalu panas dan bisa menimbulkan kematian.

Kondisi ini bisa berakibat fatal.

sengatan bulan — “moonstroke”, orang zaman kuno meyakini bulan sangat berbahaya  walaupun tidak seperti sengatan matahari, yg mempengaruhi tubuh, sengatan bulan mempengaruhi pikiran (mental).

Pada dunia zaman kuno, penyakit mental (gila) mereka yakini disebabkan oleh kekuatan bulan. itu sebab dalam bahasa inggris sebutan untuk “orang gila” atau gangguan mentaldi gunakan kata “LUNATIC”

ide pikiran dari ayat ini sebenarnya sedang menyatakan, bahwa serangan secara langsung dan nyata secara kelihatan yaitu matahari namun juga ada serangan yang tidak kelihatan secara nyata yang menyerang mental manusia, (pikiran kita untuk meragukan Tuhan) Namun, Allah akan menjaga kita terhadap serangan musuh dari luar, Dia akan menjaga kita dari serangan di dalam juga.

jadi entah itu serangan secara terbuka, atau rahasia ; entah itu datang pada terang hari atau pada waktu kegelapan malam.

Pemazmur memastikan kepada kita bahwa Allah senantiasa berada disana dan Dia akan selalu ada untuk melindungi, menjaga, dan memberi Anda sumber daya, kemampuan, yg anda butuhkan untuk tetap berdiri di hari peperangan.

kesimpulan :

kiranya apa yg di katakan Mazmur ini terus mengingatkan kita bahwa Tuhan senantiasa, menjaga, melindungi dan memelihara serta memberi kekuatan dalam semua area hidup kita, sekarang sampai selama-lamanya.

selamat merayakan dan menikmati pemeliharaan Tuhan dalam hidup anda.