Ringkasan Khotbah

Matius 6:5-8
Nats Pembimbing : Yeremia 29:12

Pendahuluan :
Dari sekian banyak hak istimewa yang di anugerahkan oleh Tuhan kepada orang percaya mungkin yang terbesar adalah hak istimewa untuk berdoa, keistimewaan untuk dapat langsung masuk ke hadirat Tuhan merupakan suatu kehormatan yang luar biasa yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata(Ibr.4:16). Untuk dapat berbicara kepada Tuhan yang menciptakan dan mengendalikan alam semesta, dan untuk mengetahui janji yang DIA berikan kepada kita dan menggenapinya Yer. 33:3; (Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui) Yes. 65:24.

Doa yang sejati bukan hanya kata-kata yang kita buang dengan percuma, melainkan sebuah alat yang di gunakan Tuhan untuk mencapai tujuan-Nya di bumi. Jika kita pikir, siapakah kita sehingga kita diberi hak istimewa untuk dapat berbicara kepada Allah ? Siapakah kita sehingga DIA mendengar dan menjawab doa kita ? Tetapi tidak bisa kita pungkiri juga bahwa dalam kehidupan ini manusia dapat mengacaukan sesuatu yang indah seperti halnya doa.
Sejak jaman Set dalam Kej 4:26, “Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” Banyak yang berdoa dengan benar dan telah melihat Allah bekekerja dengan luar biasanya, mendengar dan menjawab doa-doa mereka, begitu juga sebaliknya ada banyak orang juga yang telah berdoa dengan motivasi yang salah dan tidak menerima apa-apa sebagai jawaban permintaan mereka. Dalam ayat-ayat ini, Yesus memperlihatkan kepada kita beberapa masalah dalam doa yang terjadi ini di masa-Nya, bahkan mungkin sampai saat ini. Dan Tuhan Yesus mengutuk mereka dengan sebutan “munafik”. Orang yang demikian kata Yesus tidak akan mendapat apa-apa, lalu kemudian Tuhan Yesus memberitahu kita bagaimana manusia jika menghadapi Allah. Hal ini lah yang di kehendaki Tuhan bagi kita, yaitu kita menjadi militan dalam hal berdoa, tetapi sekaligus kita berdoa dengan benar, tanpa kepura-puraan.
I. PERINGATAN tentang DOA ayat 5
Latar belakang dari teks ini adalah bangsa Yahudi yang merupakan bangsa istimewa, diberkati. Karena Allah telah memilih mereka, memberi mereka Hukum, berjanji untuk mengirim Mesias melalui mereka. Sehingga orang yahudi seharusnya lebih faham dan mengerti bagaimana seharusnya berbicara dengan Allah. Tetapi yang terjadi selama bertahun-tahun adalah, mereka melakukan kesalahan dalam doa dan ibadah mereka, dan masalah inilah yang mau Tuhan Yesus selesaikan dalam konteks teks yang kita baca ini. Apa itu ? Doa sudah menjadi sekedar ritual. Orang Yahudi berdoa, namun doanya di bukukan, dan format yang telah ditetapkan atau di atur, sehingga mereka berdoa karena menghafal doanya ataupun dengan membaca dari yang tertulis. Itu sebab seorang Yahudi bisa berdoa dan bahkan tidak perlu berpikir tentang apa yang ia katakan dalam doanya.

Ilustrasi :
Jika Anda pernah melihat rekaman dari orang-orang Yahudi berdoa di Tembok Ratapan di Yerusalem itulah yang terjadi. Coba lihat https://www.youtube.com/watch?v=jQTYU3O6H3o . Setiap pagi dan sore, orang-orang Yahudi yang setia akan mengulangi Shema. Doa ini dibentuk dari kata-kata yang dipilih dari Ul. 6:4-9; 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. Bahkan seringkali, Shema digunakan dalam bentuk lebih singkat yaitu hanya mengutip Ul. 6:4. (Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!) “Syema yisrael, yehova elohim, yehovah ekhad”. Doa yang lain yang mereka gunakan untuk berdoa pada pagi, siang dan malam disebut Shemoneh ‘esray, yang berarti 18. Ini adalah rangkaian 18 doa yang berbicara tentang berbagai aspek kehidupan. Orang Yahudi yang setia akan berdoa semua doa 18 ini 3 kali setiap hari. Dan yang paling menarik adalah tidak perduli dimanapun orang Yahudi itu, pada setiap jam ke-3, jam ke-6, jam ke-9 ia akan menghentikan apapun yang sedang dia lakukan untuk membacakan doa-doa yang ditentukan. Dan perlu di catat bahwa, beberapa diantara mereka benar-benar berdoa dengan tulus, tetapi mayoritas kebanyakan hanya mengikuti ritual. Sehingga dengan demikian maka tidak bisa di hindari bahwa doa bagi orang Yahudi menjadi semacam ritual, karena setiap hal ada doanya, dan akhirnya doa hanya sekedar perilaku berulang yang dikutip dari kertas atau hafalan dan tidak lagi hati yang tertuju kepada Tuhan.

Ilustrasi :
Masa kini juga ada gejala tren masa kini, buku kumpulan doa-doa Kristiani ; salah satunya :
Doa minta jodoh —
Ya Tuhan kalo dia memang jodohku dekatkanlah,……
kalo bukan jodohku, jodohkanlah…..
jika dia tidak berjodoh denganku maka jadikanlah kami jodoh….dan
kalo dia bukan jodohku jangan sampai dia dapet jodoh yang lain selain aku…..
kalo dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain biarkanlah dia tidak berjodoh seperti halnya diriku….
dan saat dia telah tidak memiliki jodoh jodohkanlah kami kembali……
kalo dia jodoh orang lain, putuskanlah…! dan jodohkanlah dengan aku…
jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biarkanlah orang itu ketemu jodoh yang lain dan kemudian jodohkan kembali dia dengan aku ya Tuhan……Amen.

Ini doa apa ? Ngapain panjang-panjang isinya Cuma mau bilang bahwa aku mau dia titik, awas kalo enggak…!!

ciri-ciri doa ritual adalah ;
# Doa di atur waktu dan jamnya dengan teliti – dan juga doa sebagaimana orang Yahudi ini tidak lagi sebuah kebutuhan melainkan sebuah keharusan, karena di atur menjadi sebuah rutinitas, dengan jam atau waktu. Namun yang perlu kita pahami adalah bahwa tidak ada yang salah dengan berdoa pada waktu yang telah ditentukan, (mendisplinkan diri dalam waktu berdoa itu hal yang baik) tetapi kita dipanggil bukan untuk berdoa dalam waktu tertentu melainkan dalam setiap saat, 1 Tes. 5:17 “berdoa tak putus-putusnya”

# Doa di buat sedemikian sulit dan panjang – Orang Yahudi percaya bahwa semakin lama dan semakin rumit sebuah doa, maka akan semakin besar kemungkinan doa itu didengar oleh Allah. Dan Tuhan Yesus memperingatkan mereka terhadap praktek doa semacam ini, walaupun tidak ada yang salah dengan doa yang panjang selama Roh Kudus yang menggerakkannya, dalam diri kita, tetapi ketika doa begitu lama dan begitu rumitnya supaya orang lain yang mendengarnya kemudian berharap di kesankan atas doa itu, ini menjadi hal yang Tuhan Yesus kecam, dan itulah praktek yang orang-orang Yahudi lakukan.

# Doa dibuat dengan kata-kata yang terus berulang – Orang Yahudi dalam doanya sangat umum untuk melakukan pengulangan kata-kata dan menambahkan nama Tuhan, berpikir mereka akan didengar oleh-Nya. Padahal doa yang demikian, adalah praktek penyembah berhala.

Contohnya :
Dalam 1 Raja-raja 18:26- “Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: “Ya Baal, jawablah kami!” Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu… Elia bilang mungkin dia lagi merenung atau lagi bepergian… ” Dalam PB – orang-orang Efesus dalam Kisah Para Rasul 19:28 “Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: “Besarlah Artemis dewi orang Efesus!” Ayat -34 “Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: “Besarlah Artemis dewi orang Efesus!”. Yang paling di sayangkan adalah praktek semacam ini juga muncul di beberapa kalangan Kristen saat ini. Jika doa adalah pengulangan kata yang sama secara terus menerus maka tidak ada ubahnya seperti mantra. Maka kalo gitu yang berdoa tidak lebih daripada dukun atau penyembah berhala !


# Doa di gunakan untuk menjadi sarana di kenal orang (motivasi yang salah)– Inilah kehancuran dari praktek doa, yaitu doa berhenti menjadi persekutuan dengan Allah dan kemudian berubah menjadi upaya untuk mengesankan orang lain. Oleh sebab itu Tuhan Yesus merespons dengan ayat yang kita baca ini terhadap orang Yahudi. Tuhan mengingatkan kita bahwa doa bukan tentang apa yang di lihat dan di dengar oleh orang lain, melainkan doa adalah moment persekutuan pribadi dengan Tuhan. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh berdoa di depan banyak orang. Bukan ! Yesus tidak melarang doa di depan orang banyak atau khalayak umum, tetapi Tuhan Yesus memperingatkan kepada kita untuk berhati-hati terhadap siapa yang mendengar doa kita.

Jika seorang berdoa di depan umum dengan motivasi untuk dilihat dan didengar oleh lainnya, maka orang tersebut benar-benar tidak mencapai doa sejati, atau meleset dari makna doa itu sendiri. Yaitu : Doa adalah mengenai manusia yang masuk ke dalam hadirat Allah untuk bersekutu dengan-Nya.

# Doa dengan menetapkan metode tertentu – Tidak ada yang salah dengan doa dalam metode tertentu, sebagaimana orang Yahudi, berdoa menegadahkan tangan, membungkuk, atau bergoyang kepalanya, tetapi perlu kita ingat bahwa Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan doa dalam hal postur tubuh, melainkan doa dalam masalah hati ! Jika seseorang berdoa berbeda dengan doa pribadinya, dan sengaja mengubah metode doanya – karena berdoa di hadapan orang lain, maka dia berdoa dengan suara teriak-teriak, bukan kepada Tuhan melainkan dia berdoa untuk manusia yang dia ingin membuat terkesan. Dan inilah yang di sebut Tuhan Yesus doa yang munafik. Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan berdoa di depan umum. Tidak ada yang salah dengan orang yang berdiri di depan umum untuk berdoa. Tuhan tidak peduli tentang postur tubuh; Dia prihatin dengan sikap hati! Jika seseorang publik berdoa berbeda dari pribadi mereka berdoa dan dirancang untuk menarik orang lain, bukan menunjuk orang untuk Tuhan, maka itu memukul kemunafikan dan kepura-puraan.

II. BAGAIMANA SEHARUSNYA BERDOA (ayat 6)
Setelah mengecam orang-orang munafik berdoa, Yesus melanjutkan kalimatnya untuk memberitahu mereka bagaimana mereka seharusnya berdoa. Mengapa perlu ada peringatan dan pedoman bagaimana berdoa ? Karena dalam segala kegiatan termasuk doa pun masih ada potensi bahaya keinginan daging untuk ambil bagian, dan oleh karena itu iblis bisa menggunakan celah itu untuk menyesatkan kita.

Ada 2 serangan terkuat setan terhadap Yesus selama persekutuan-Nya dengan Bapa-Nya. Mat. 4:1-11 (pencobaan di padang gurun). Lukas 22:39-46 (di taman getsemani). Nah kalo Tuhan Yesus saja diserang oleh iblis, maka apalagi Anda dan saya! Pasti setan akan berusaha mencoba apa pun yang dia bisa lakukan untuk menghambat kehidupan doa Anda, setan akan mencoba untuk mengunakan keinginan daging Anda untuk menghambat anda berdoa, bahkan setan juga bsia menggunakan cara mengubah waktu doa yang tadinya berelasi dengan Tuhan menjadi waktu berelasi dengan diri sendiri. Oleh sebab itu perlu kita perhatikan apa kata Tuhan Yesus mengenai bagaimana seharusnya berdoa.

# Doa sejati adalah sebuah prioritas – Yesus berkata “ketika engkau berdoa” – Tuhan Yesus tidak mengatakan, “kalau engkau/anda berdoa” Dia mengatakan, “Ketika Anda berdoa.” umat Allah seharusnya senantiasa berdoa, dan kita di perintahkan untuk berdoa, Lukas 18:1 (“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu”) Oleh karena kita diperintah untuk berdoa, itu sebab doa harus menjadi prioritas kita, jika doa tidak dibuat prioritas dalam hidup anda, maka pasti anda tidak akan pernah berdoa ! Ironis bukan, tetapi itulah kenyataannya, banyak orang hanya berdoa ketika mereka berada di publik, atau ketika mereka pergi ke gereja atau pertemuan doa. Seharusnya tidak demikian ! Itu sebab Persekutuan dengan Tuhan harus menjadi prioritas tertinggi setiap hari, kenapa ? karena anda tidak akan pernah bertumbuh di dalam Tuhan melampaui kedalaman kehidupan doa anda !

Sederhananya : kehidupan doa anda menentukan seberapa anda bertumbuh di dalam Tuhan….!

# doa sejati bersifat Pribadi – Berbeda dengan orang yang di kecam oleh Tuhan Yesus, yang suka berdoa di tempat-tempat umum untuk dilihat orang lain, Yesus mengatakan umat-Nya untuk pergi ke tempat pribadi untuk berdoa. Mengapa ? Karena tentu ada hal-hal yang perlu anda sampaikan kepada Tuhan dalam doa yang tidak perlu didengarkan oleh orang lain. Itu sebab ketika kita berdoa secara pribadi, kita dapat memiliki kebebasan untuk menyatakan hati kita kepada Tuhan. Kita dapat berdoa tentang hal-hal yang bersifat personal, hal-hal pribadi yang mungkin akan mempermalukan diri kita sendiri jika orang lain mendengarnya. Bahkan dalam berdoa secara pribadi kita bisa memanggil nama-nama orang yang membebani kita. Kita bisa jujur dengan Tuhan. Kita bisa merendahkan diri di hadapan-Nya. kita bisa menjadi siapa kita sebenarnya, dalam doa pribadi tidak ada siapapun yang perlu kita buat terkesan dengan doa kita ! Karena hanya ada anda dengan Tuhan ! Bagaimana doa pribadi anda ? Apakah tidak boleh berdoa secara kelompok ? Boleh, tidak ada yang salah dengan doa bersama-sama, coba perhatikan ayat 9. Yesus mengatakan kepada kita untuk mengatakan “Bapa kami.” Ini berarti doa bersama.

# perhatikan ayat 6 “Bapamu yang ada di tempat tersembunyi”Ketika Yesus menggunakan frasa itu, Yesus sedang merujuk pada tempat kediaman Allah yaitu Bait Suci. Bagi orang-orang Yahudi, kalimat ini mengagetkan sekali ! Karena selama berabad-abad, Imam Besar satu-satunya orang yang diizinkan untuk memasuki Ruang Maha Kudus, itupun imam Besar hanya bisa masuk sekali setahun, yaitu pada Hari Pendamaian, dan ia hanya bisa masuk dengan darah korban untuk menebus dosa-dosanya dahulu baru membawa perdamaian bagi orang lain. Yesus mengatakan bahwa ketika kita masuk ke tempat tersembunyi untuk berdoa, artinya kita bisa masuk Secara harfiah, kita diperbolehkan akses ke “ruang Maha Kudus” di Surga.
Jadi, mengapa kita masih malas berdoa sedangkan kita sedang di berikan akses ke surga !

# Doa sejati berkuasa – Bapa-Mu yang Maha Melihat sekalipun engkau berdoa secara rahasia, Tuhan akan menjawab kepadamu secara terbuka, terjemahan KJV : “…. and thy Father which seeth in secret shall reward thee openly” Itu sebab doa bukanlah mengenai tentang kita yang dilihat dan mengesankan orang lain, jika demikian maka kita hanya akan melihat secara terbuka tepuk tangan dari orang sekeliling kita saja, dan tidak akan mendapat apa-apa dari apa yang kita doakan. Ingat baik-baik ! DOA mengenai tentang DIA, doa adalah bentuk kesadaran kita bahwa kita tidak bisa apa-2 dan Doa gambarkan ketergantungan kepada Tuhan ! Bagaimana dengan hati kita ? Kehendak Tuhan bagi kita adalah kita menjadi orang Kristen yang militan berdoa.

Ingat ! Berdoalah tak putus-putusnya !