Ringkasan Khotbah

Nats Pemimbing : Mazmur 119:11

Pendahuluan :
Tiada satupun kita yang bisa memprediksi hari kedatangan Tuhan kapan dan dimana di mulainya ? Tetapi kita semua mengetahui dan dapat merasakan bahwa bahwa tanda-tanda yang di katakan Tuhan Yesus sudah mulai kita bisa rasakan dan saksikan. Kita bisa lihat apa yang terjadi di eropa saat ini ! Kita bisa lihat apa yang terjadi dengan china ! Kita telah melihat bagaimana kondisi moral manusia makin hari makin rendah ! Api pertanyaan yang harus kita tanyakan adalah ; bagaimana kita menjalani hidup kita yang masih ada ini ? Apa kenyataan dari realita yang kita harapkan dari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ? Apa artinya menunggu kedatangan Tuhan bagi kita ?

Mari kita belajar secara praktis hal tersebut ! karena hal tersebutlah yang di jelaskan oleh petrus dalam suratnya yang ke-2 ini, bagaimana kita hidup dan terus memegang janji Tuhan dalam hidup kita :
Kita harus hidup dalam terang janji Tuhan
Petrus menyampaikan sendiri mengenai mengapa dia menulis surat yang kedua ini yaitu supaya ; “…kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu”. Bahwa Tuhan sudah menyampaikan mengenai masa depan bagi kita, juga sudah membahasnya beberaa hal, mulai dari penciptaan sampai kepada penderitaan, gereja kepada jaman menjadi kelompok sel dan lain sebagainya. Kita sudah membaca nya dari para Rasul maupun para utusan Allah, bahkan dari mulut Yesus sendiri, dan Petrus berkata bahwa “engkau sudah memiliki FT (ayat 1), oleh sebab itu perhatikan ayat 3 dalam hidupmu “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek (scoffers ? empahektes) dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya”. Mereka akan melakukan ayat 4, “meragukan janji Tuhan…” dan mereka akan memangkitkan keraguan dalam hati dan pikiran orang Kristen mengenai kepastian masa depan yang telah orang Kristen dengar ! Para pengejek ini akan terus melawan dan terus berupaya mengatakan hal yang bertentangan dengan yang iman Kristen katakan, untuk menimbulkan keraguan dan kemudian melawan Firman Tuhan.

Kenapa mereka mengejek ? mengapa mereka berlaku demikian ? Di akhir ayat 3 mengatakan alasannya, yaitu karena “menuruti hawa nafsunya”. Para pengejek, mengejek karena mereka tidak ingin gaya hidupnya di ganggu, dan dicampuri, maka saat anda bawa Tuhan dalam perbincangan, dan dalam hidup mereka asal tidak mengganggu gaya hidup dan apa yang mereka lakukan dalam keseharian mereka maka bagi mereka tidak masalah bahkan mereka akan menerima Tuhan kita. Tetapi, begitu Tuhan melawan gaya hidup mereka maka anda akan menjadi bahan ejekan, oleh mereka. Kalau kita perhatikan cara kerja para “pengejek-2” ini mereka menggunakan pendekatan scientific, hal itu sepertinya di amati oleh Petrus dengan teliti, coba perhatikan dalam ayat 4 ; “… Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan”. Disini kita dapet kesimpulan awal bahwa para pengejek itu kebanyakan bukan atheis melainkan deist, apa itu ? Atheis itu menolak adanya Tuhan, sementara Deist itu adalah orang yang percaya bahwa sekalipun Tuhan ada tetapi Tuhan tidak akan campur tangan dalam kehidupan umatnya apalagi mengubah hukum dalam alam semesta, karena memang mereka percaya dengan akal dan pikiran dalam pengetahuan kita dapat menemukan Tuhan itu nyata. Sederhananya, Tuhan itu kalopun ada, Dia sangat jauh, dan tidak mungkin mengurusi kehidupan umatnya yang rendah ini, buktinya sejak bapa-bapa leluhur kita tidak pernah ada perubahan ! Padahal sebenarnya Tuhan selalu ikut campur dalam sejarah manusia dan hukum-hukum alam semesta ini untuk hal yang baik maupun buruk. Petrus memberi respons atas hal tersebut, dalam ayat 5-6, mengenai campur tangan Tuhan dalam hidup dan sejarah manusia, dan Petrus mengambl 2 contoh dalam ayat ini yaitu :

Penciptaan (di katakan dalam Kitab Kejadian, Tuhan berfirman sampai 9 x dalam pasal 1), artinya waktu Tuhan buka mulut dan berkata-kata maka terjadi sesuatu, sesuai dengan yang di katakan-Nya. Kenapa setiap kali Tuhan berbicara maka yang di katakan-Nya selalu terjadi ? ada 3 alasan untuk hal itu yaitu :
Memang karakter Allah, karena Tidak mungkin Allah berbohong. Kuasa-Nya ? DIA berkata hendak melakukan sesuatu tetapi juga DIA punya kuasa untuk melakukan apa yang dikatakan-Nya. Apapun yang akan DIA katakan, dijanjikan-Nya sudah di ketahui-Nya. Karena Tuhan berbicara dari kekekalan dan bukan diikat dalam ruang dan waktu. (Tuhan bicara dari perspective bingkai besarnya bukandari apa yang kelihatannya). Kalau kita hanya melihat dari deti-ke detik tetapi Tuhan melihat segala keseluruhannya dari awal sampai akhir ! Maka di luar 3 hal itu pasti itu bukan Tuhan, nah Petrus mengatakan hal demikian jelasnya tetapi tidak berhenti disitu saja melainkan Petrus juga menjelaskan mengenai :

Pemusnahan
Dalam kitab kejadian hal ini di tulis juga. Kenapa ? karena Tuhan ingin kita tahu, bahwa DIA punya kuasa menciptakan tetapi DIA juga punya kuasa menghabisi atas ciptaan-Nya, supaya manusia tahu bahwa Allah selalu mencampuri urusan manusia yang di cipta-Nya, bukan seperti pandangan orang Deist dalam ajarannya yang di sebut Deisme itu.
Ilustrasi :
Dalam satu hari Tuhan ciptakan adam dan hawa, tetapi tidak perlu lama untuk musnahkan berjuta manusia dan alam semesta ini, 40 hari saja. Mungkin Tuhan akan sangat lama untuk bergerak (dari sudut waktu manusia) karena situasi dan kondisi anda (dan kedaultan-Nya), tetapi saat DIA mulai bergerak maka tidak perlu waktu yang lama memusnahkan (tidak ada yang bisa menghentikan-Nya). Coba perhatikan ayat 7 “Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik”. Tuhan sedang memelihara bumi sehingga bumi belum di musnahkan, melainkan Tuhan ingin menjaga sejarah manusia, sampai dengan waktu hari penghakiman dan kebinasaan orang fasik. Terlebih Tuhan memusnahkan sekaligus selesai DIA memilih memberi kesempatan bagi kita untuk terus hidup dan kembali kepada Tuhan, begitu juga dalam berkat Allah, maka tiap hari berkat Allah selalu baru dan tak berkesudahan ! Kalau Tuhan belum menghukum bukan berarti DIA tidak menghukum atau lupa menghukum, melainkan Tuhan menunggu/melakukan hal itu dalam kedaulatan-Nya. Perhatikan apa kata petrus kemudian dalam ayat 8 “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” Petrus sedang berkata “jangan lupa, awas… jangan jadi seperti pengejek-pengejek itu… karena kadang orang Kristen sering jadi pengejek-pengejek”.

“jangan lihat jam manusia untuk melihat waktu kerja Allah” ? karena di hadapan Tuhan 1=1000 th ; 1000 th=1 petrus hendak bilang kita bahwa waktu Tuhan dan waktu kita beda, cara pandang Tuhan dan kita beda, maka jangan melihat dan memandang serta berusaha mengert Tuhan dari sudut pandang manusia yang terbatas ini, lihat dan mengertilah DIA dari sudut pandang Ke-Allahan-Nya yaitu melalui Firman-Nya. Itu sebab Petrus selalu mengatakan kata yang dia ulang-ulang dalam bagian ini yaitu “oleh firman Allah”. Trus bagaimana dong ? lihatlah dari janji Tuhan kepada anda ! Karena janji Tuhan adalah milik kita, dan akan di genapi oleh Allah si pemberi janji itu ! Lihat kepada janji Tuhan dan bukan kepada waktu Tuhan Kita boleh mengutarakan isi hati kita kepada Tuhan mengenai time table kita(perencanaan dalam umur hidup kita). Tetapi, kita tidak bisa memaksakan waktu kita sama dengan waktu Tuhan. Maka yang kita bisa adalah percaya janji Tuhan dala hidup kita). Nah itu sebab kita harus hidup dalam terang Janji Tuhan (terang Firman Allah) supaya kita tidak salah mengerti, salah jalan, apalagi salah percaya !

Kita harus hidup dalam terang rencana Allah (ayat 9)
Petrus sekarang beralih dari Janji Tuhan kepada rencana Allah dalam hidup manusia, Tuhan punya rencana atau program untuk KESELAMATAN/PENEBUSAN ! Itu sebab janji-Nya seolah belum terlihat atau terlaksana, atau bahkan gunakan kalimat Petrus yang lebih ekstrim “kelalaian” Tuhan menepati janji-Nya. Manusia dalam waktu yang lama tidak berbuat apa-apa, manusia tidak berfungsi dengan baik dalam hidupnya. Ilustrasi : Tuhan memberi janji kepada Abraham seorang anak, tetapi Abraham harus mengingat program Allah untuk dia dan hagar berfungsi dan berelasi dengan baik supaya mengerti janji Tuhan dan bukan malah buat program baru dengan hagar ! Jadi Abraham harus ikut program dan rencana Tuhan supaya dapat janji Tuhan dalam hidupnya bukan ? Demikian juga halnya dengan kita, jika Tuhan memberi kita janji-Nya maka pertanyaannya adalah bagaimana anda beroperasi dalam rencana-Nya, supaya anda dapat janji-Nya. Karena waktu anda beroperasi sesuai dengan rencana Allah dalam hidup anda hal itu membuktikan bahwa anda percaya pada janji Allah Ingat ! Iman bukan hanya berkata aku percaya dalam hatiku saja, melainkan percaya juga dalam kaki dan tanganku serta lidahku, (saat apa yang ada percaya dalam hati anda, mempengaruhi apa yang lakukan dengan kaki tangan serta mulut anda maka baru anda di sebut orang beriman !

Saya tidak tahu apa yang anda nantikan, tetapi janji Tuhan itu nyata dan akan di genapi, tetapi jika kemudian jika anda bertanya kok, gak datang juga ? siapa yang Tuhan tunggu ? DIA MENUNGGU ORANG PERCAYA/KRISTEN. Ingat ! Janji Tuhan tidak pernah bertindak dalam tanggung jawab etika. Sederhananya, anda tidak bisa melihat kepada janji Tuhan, tetapi tidak melakukan apa yang menjadi bagian kita, dan terus saja mengharapkan Tuhan memenuhi janji-Nya ; bukan karena Tuhan tidak memenuhi janji-Nya, melainkan karena anda secara etik anda tidak bertanggung jawab atas bagian yang anda seharusnya kerjakan dalam hidup anda. Jadi Tuhan menunggu kita semua untuk bisa menikmati janji-Nya, dan menggenapi janji-Nya, TUHAN MENUNGGU KITA UNTUK BISA BERTANGUNG JAWAB untuk bagian kita. Anda harus bertanggung jawab untuk hal yang anda nantikan dari TUHAN terjadi dalam hidup anda. Maka jangan heran, kadang kita mendapat baru 20 tahun kemudian sesuatu yang Tuhan ingin kita dapat 5 tahun yang lalu, karena kita tidak melakukan bagian kita di hadapan Tuhan ! Karena ayat 9 mengatakan TUHAN menunggu kita “semua orang Kristen”. Perhatikan ayat 12 “yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya”. Jangan kita berdiam diri sementara percaya pada Janji Tuhan ! semua orang dalam Alkitab setiap kali percaya pada Tuhan pasti melakukan sesuatu.

Ilustrasi :
Nuh, dia percaya bahwa Tuhan akan mendatangkan hujan (airbah) maka dia melakukan pembangunan bahtera, bukan tunggu hujan dulu baru bangun ! Anda harus punya bahtera yang siap menghadapi hujan, bukan anda siap menerima hujan untuk membangun bahtera ! Ingat ! Iman adalah “adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Kita harus tinggal dalam terang tujuan Allah. Dalam 1 timotius 2:3-4 “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran”. Yeh 18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup ? Yeh 18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!”. Tuhan ingin semua manusia di selamatkan, maka jika kita tidak ikut mengerjakan apa yang Tuhan inginkan itu tanda kita tidak menginginkan janji Tuhan dalam hidup kita, dan itu juga artinya kita tidak perduli ! Coba perhatikan ayat 10 “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” Apapun yang anda anggap berharga dan sayangi dalam dunia ini akan habis binasa, dan hangus dalam nyala api, apa artinya ? Jangan pernah hal-hal duniawi (hal-hal yang kita simpan, miliki selama hidup ini) lebih penting daripada apa yang sedang kita tuju kelak yaitu kekekalan. Karena semua akan habis terbakar, sia-ia, hangus…..! tetapi juga perhatikan hal ini baik-baik, Petrus tidak katakana salah memiliki hal-2 itu, tetapi sadarilah bahwa yang kita miliki itu semua temporary (sementara) itu sebab dalam :

1Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
1Yoh 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
1Yoh 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Dalam ayat 11 “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup”. Dengan kata lain, biarlah hidup kekekalanmu, cara pandang kekekalanmu mempengaruhi fungsi dan hidup kita dalam sejarah dunia ini. Karena kita tahu mau kemana (kekekalan) maka selagi di dunia belajar dan berlatihlah untuk hidup di sana kelak ; karena sorga itu tempat kudus maka praktekkanlah hidup kudus di dunia ini sekarang, karena kalau tidak demikian maka hidup anda akan selalu di kalahkan oleh dunia ini. 1 Yoh 3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Jadi menyucikan diri dengan melihat pada kekekalan, dan hidup dengan cara pandang kekekalan bukan ! Tantangan kita masa kini adalah tantangan pengharapan yang mempengaruhi perilaku kita, itu sebab Petrus mengingatkan kita dalam ayat 14 “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia”.

Dengan kata lain :
Jika segala sesuatu dalam dunia ini kacau balau, kita tidak ikut kacau juga.
Jika segala sesuatu dalam keluarga kita kacau dan berantakan, maka kita tidak ikut kacau dan berantakan.
Tahukah anda waktu yang terbaik untuk mengucap syukur adalah saat segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita, karena itu tandanya Tuhan mau keinginan-Nya yang terlaksana dan bukan keinginan kita.

Jika semua kacau, waktunya untuk menyembah Tuhan, waktu untuk memuji Tuhan, waktu untuk makin dekat dengan Tuhan, makin akrab dengan Tuhan.

Ilustrasi :
Horatio Spafford (abad 18) seorang pengacara kaya, tetapi begitu menderita karena kehilangan anaknya mati terbakar dalam kebakaran yang hebat. Nah untuk menghilangkan traumaticnya dia dan anna merencanakan perjalanan ke Eropa, Horatio mengirim Anna istrinya serta putrinya duluan dengan kapal pesiar, sementara Horatio menyelesaikan semua urusan kerja dan pelayanannya, di Chicago. Beberapa hari kemudian kabar datang bahwa kapal yang istri dan 4 putrinya tumpangi tenggelam dan semua putrinya mati keculai istrinya. Sambil dalam perjalanan menuju inggris untuk menjumpai istrinya yang berduka, di depan meja kerjanya dia menangis dan mecucurkan air mata sambil menulis kalimat “When peace like a river attendeth my way, when sorrows like sea bellows roll. What ever my lot, thou has taught me to say “it is well, it is well with my soul!”. Di terjemahkan dengan judul nyamanlah jiwaku. Jadi, waktu dia memuji Tuhan dan menulis lirik nyamanlah jiwaku, saat itu Horatio sedang mengalami ketidak nyamanan, jiwanya sakit, hatinya sakit, tapi dia berkata “nyamanlah/tenanglah jiwaku” sekalipun kesedihan seperti badai laut menerpa. Jangan lupa lagu ini bukan di tulis dalam masa kemenangan, melainkan dalam masa kesedihan dan kematian. Salah satu alasan Horatio mampu menghadapi kematian yang begitu tragis adalah karena dia melihat kehidupan dalma kekekalan. Salah satu alasan kita bisa menghadapi hal-hal negative adalah karena selalu lihat hal positif. Jika kita bisa melhat Tuhan dalam segala hal dalam hidup kita maka kita akan mampu bertahan, dan menghidupi hidupmu.

Hidup dalam terang Janji Tuhan ; dalam Rencana Allah ; dan dalam Tujuan Tuhan.