Ringkasan Khotbah

Paulus adalah tokoh besar dan berpengaruh dalam sejarah Pekabaran Injil, Paulus yang menulis 13 kitab di Perjanjian Baru dan tokoh yang mempengaruhi pemikiran begitu banyak orang-orang Kristen sampai saat ini dengan pemikiran-pemikirannya yang begitu dalam, khususnya dari kitab Roma.  Paulus seorang yang tidak diragukan lagi kehidupan rohaninya apalagi komitmennya dalam melayani Tuhan. Dalam bagian Firman Tuhan ini Paulus mengajak kita untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan sekaligus mengajak umat untuk menyadari hak istimewa dari setiap orang percaya dalam pekerjaan-NYA.
Memang orang Kristen sebagai orang percaya memiliki hak istimewa untuk termasuk dalam/menjadi bagian dari pelayanan dan pekerjaan Tuhan melalui hamba-hamba Tuhan. maka berdoa bagi pekerjaan Tuhan ataupun membawa hamba-hamba Tuhan dalam doa dan para misionaris di hadapan Tuhan, dengan demikian sesungguhnya kita menjadi bagian dari pelayanan Hamba-hamba Tuhan tersebut.
Itu sebab Paulus meminta kepada jemaat Tuhan di Roma dan kepada orang percaya masa kini juga untuk menaikkan doa-doa kita sekaligus mengundang kita untuk ambil bagian dalam pelayanan pekerjaan Tuhan!
Mengapa ? Karena hal ini adalah “TANGGUNG JAWAB ORANG PERCAYA” secara pribadi.
Apa yg menjadi tanggung jawab kita ?

1. Bergumul dalam doa bagi pekerjaan Tuhan (ayat 30)
Dalam ayat 30 Paulus menggunakan kata “aku menasehatkan”= “aku minta” =parakaleo=memanggil = beseech.  Kata ini adalah kata yang menjadi penekanannya! Kata yang sama digunakan di Roma 12:1. Maksud kalimat ini adalah panggilan untuk umat Tuhan bergabung dalam pelayanan Paulus melalui doa. Kata itu berasal dari sebuah kata yang berarti memanggil untuk menjadi sekutu atau memanggil untuk sama-sama bekerja.
Paulus mengajak jemaat Roma untuk bergumul dalam doa bukan untuk kepentingan Paulus, bukan juga kebutuhan supaya ada orang berdoa, melainkan untuk kepentingan Tuhan. Jadi Paulus memanggil mereka untuk ikut berdoa tetapi sekaligus Paulus juga ingin mereka mengerti bahwa mereka berdoa adalah untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk Paulus yang sedang menghadapi kesulitan.
Bukankah hal itu juga yg yang Paulus ingatkan kepada kita dalam 1 Korintus 10:31 “…..jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” dan dalam rangka kemuliaan atau memuliakan Tuhan itu, maka sudah seharusnya kita melaksanakannya dengan penuh keyakinan iman. Paulus berkata dalam Roma 14:23 “….Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa”.
Jadi mari kita berdoa, mari kita mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dan melakukannya dengan iman dan untuk kemuliaan Tuhan. Seperti yang dikatakan Paulus dalam ayat 30 “demi Kristus Tuhan kita dan demi kasih yang diberikan oleh Roh Allah” (Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari).

Kemudian Paulus juga menggunakan kata bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa.
Kata ini mengandung pengertian “masuk bersama-sama dalam medan pertempuran”, kata ini juga menggambarkan doa sebagai “pergulatan/peperangan dan pertempuran”.
dengan demikian berdoa bukanlah hal yg mudah dan gampang ! karena dalam doa kita berperang, dan dengan doa kita memerangi iblis. Dan tentunya Iblis juga tidak akan pernah tinggal diam terhadap orang Kristen yang setia berdoa dan tekun kepada Tuhan untuk hamba-hamba Tuhan dan para misionaris. Maka saat anda berdoa, anda adalah prajurit Kristus yang dimaksudkan Paulus. Mari bergumul bersama-sama dengan aku = mari berperang melawan iblis bersama-sama dengan aku.
Tetapi jika kita mengamati lingkungan kekristenan masa kini tidak jarang kita temui bahwa doa yg adalah kesempatan istimewa, justru seringkali diabaikan dan disia-siakan oleh banyak orang Kristen.  Padahal doa merupakan kekuatan dan sesuatu yg sangat krusial dalam kehidupan kristiani, yg sekaligus menggambarkan kehidupan kekristenan itu sendiri. Dari doa kita kita juga diajak untuk mengerti kehendak Allah, dan dari doa kita diajar untuk menyadari keberadaan kita di hadapan-Nya, bahwa kita sesungguhnya tidaklah berdaya apa-apa. Dalam doa kita dapat berdiri teguh dengan kuasa Tuhan melawan musuh yang tidak kita lihat, dengan doa pula kita dapat bertempur dalam pertempuran yang kita tidak mungkin bisa lakukan dengan fisik kita.  Tentunya kita mengerti dan menyadari dengan sesungguhnya bahwa doa dari gereja dan umat Allah yang memberikan misionaris dan para ham ba-hamba Tuhan di ladang-ladang misi kekuatan dan keberanian dalam memberitakan Injil di tengah-tengah tantangan, tekanan bahkan ancaman.
Maka jangan sia-siakan waktu anda, mulailah berdoa bagi mereka dan jangan remehkan doa dalam hidup saudara. Paulus pernah berkata dalam Efesus 6:18b “berdoalah setiap waktu dan berjaga-jagalah dalam doamu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus”

2. Mengapa bergumul dalam doa bagi hamba-hamba Tuhan dan pekerjaan-NYA (ayat 31-32)
Paulus tidak hanya meminta kita berdoa setiap saat dengan tekun, tetapi Paulus juga memberi kita pengertian alasan mengapa kita bergumul dalam doa bagi hamba-hamba Tuhan dan pekerjaan-NYA ;

a. Supaya hamba-hamba Tuhan terlindungi dari yang jahat (ayat 31)
 “Supaya aku terpelihara dari orang2 yang tidak taat” = “supaya Allah melepaskan saya dari tangan-tangan orang yang tidak percaya” (BIS).
Paulus mengatakan demikian memang bukan tanpa alasan, melainkan karena Paulus sadar sesadar-sadarnya, bahwa ia sedang berjalan menuju kesulitan dan tantangan yang begitu besar. Ada banyak orang-orang di Yerusalem yang tidak menyukainya dan juga kepada Firman yang diberitakannya. Jika kita membaca Kisah Para Rasul 23, anda akan temukan bahwa ada 40 orang laki-laki yang rela bersumpah untuk tidak akan makan dan minum sampai mereka membunuh Paulus.
Maka Paulus mengajak kita berdoa supaya dia terpelihara dari orang-orang yang demikian, dan dengan demikian injil tidak terhalang untuk di beritakan. Bukankah demikian juga hal saat ini, pelayanan dan pekabaran injil daripada hamba-hamba Tuhan dan misionaris pun masih terus berada dalam ancaman iblis yang sama seperti singa yang mengaum-aum untuk mencari mangsa yang ingin ditelannya (1 Petrus 5:8), Maka mari berdoalah bagi hamba-hamba Tuhan, bagi para misionaris dan bagi para pemimpin gerejamu, bagi para pengkhotbah, supaya pekabaran injil tidak terhalang, melainkan sampai kepada semua orang,

b. Supaya pekabaran injil menjadi maju dan berkembang (ayat 31b)
Perhatian dan alasan paulus mengajak kita untuk bergumul bersama-sama dalam doa adalah supaya pelayanannya disambut dengan baik khususnya dalam konteks bagian Firman Tuhan ini Paulus sedang membawa bantuan persembahan (ayat 25-26) kepada jemaat Yerusalem.
Tetapi mengapa Paulus takut tidak diterima (tidak di sambut) dengan baik oleh orang kudus disana?
Jangan lupa selain orang Yahudi yang tidak percaya dan membenci Paulus secara terang-terangan, rupanya ada juga diantara orang-orang percaya yang masih menaruh curiga akan motivasi dan pelayanan Paulus!
Itu sebab Paulus mengajak dan memanggil jemaat Roma untuk berdoa, supaya Tuhan membuka pintu hati jemaat dan melembutkan hati mereka sehingga dapat melihat dengan jelas kemurnian pelayanan dan dengan demikian sekaligus menunjukkan kemajuan pekabaran Injil di kalangan jemaat sendiri. Hal yang sama juga kita berdoa sekarang bagi para misionaris kita, bagi pengkhotbah kita, saat mereka menyampaikan Firman dan bersaksi dan bahkan mengajar mungkin masih ada yang meragukan atau mencurigai motivasi mereka. Maka mari kita berdoa supaya Tuhan membuka hati dan melembutkan hati yang keras, sehingga pekerjaan pekabaran injil Tuhan menjadi maju berkembang, banyak orang menjadi percaya.

c. Supaya kehendak Tuhan dinyatakan (ayat 32)
Paulus beberapa kali mengatakan ingin datang ke Roma, tentu ini bukan keinginannya semata, melainkan atas kehendak Allah, dalam Kisah Para Rasul Rasul 23:11 di catat oleh Lukas bahwa Tuhan sendiri pada suatu malam berbicara kepada Paulus, memintanya untuk menguatkan hatinya, karena Tuhan akan membawanya ke Roma untuk bersaksi sebagaimana Paulus bersaksi di Yerusalem.
Tetapi kehendak Allah ini bukanlah tanpa konsekwensi, dan juga bukanlah tugas sederhana melainkan membutuhkan keberanian, ketaatan dan ketekunan menjalaninya karena akan berhadapan dengan kesulitan serta penderitaan yg luar biasa yg harus ditangung Paulus.
Paulus harus menghadapi ganasnya alam, menghadapi penguasa-penguasa pemerintah, menghadapi pemenjaraan dan belenggu serta pengadilan, dll.
Itu sebab Paulus ajak jemaatdi Roma untuk turut ambil bagian berdoa bukan supaya paulus dapatdatang kesana melainkan supaya kehendak Tuhan di nyatakan dalam hidup Paulus, dan di dalam hal itu Paulus di kuatkan menjalaninya.

Kesimpulan :
Pertanyaan yg mesti kita ajukan pada diri kita sendiri adalah :
– Kapan terakhir kali anda berdoa untuk hamba Tuhan yang melayani di gereja anda ?
– Kapan terakhir kali anda berdoa bagi para misionaris yang gereja anda dukung ?
– Kapan terakhir kali anda berdoa bagi para para pelayan di gereja anda ?
– Kapan terakhir kali anda berdoa untuk pekabaran injil suapaya maju dan berkembang ?
– Kapan anda terakhir kali berdoa untuk orang-orang yg belum percaya yg ada di sekitar anda?

Tidaklah salah jika kita sebagai gereja dan umat-Nya untuk ikut bergumul dalam doa bersama-sama. Dan marilah kita berdoa bukan untuk kepentingan kita, bukan untuk kepentingan orang -orang yang kita doakan, tetapi dengan iman untuk kemuliaan Tuhan, supaya Injil maju dan berkembang di beritakan dengan leluasa dan dengan luas dan mari berdoa supaya hamba-hamba Tuhan, para pengkhotbah, para misonaris dan orang-orang yang melayani diberi kekuatan dan keberanian dalam memberitakan Injil sekalipun dalam tekanan, ancaman maupun bahaya yang menantang.